simak citra bali  dg topik topik terhangat
Polling Global FM
Bagaimanakah Kerja Intelijen Indonesia dalam menghadapi te       roris ?

Sangat Bagus
Cepat
Lambat



Current Results

 

Indeks

IHSG 357.377 4.434%
LQ45    
NASD    
HSI    

 Valas

Kurs Jual Beli
USD 9.303 9.103
SGD    
JPY    
     


Sebuah catatan pinggir dari redaksi.

Refleksi akhir tahun

 

Bulan-bulan terakhir ini semakin banyak orang dan lembaga meributkan masalah bom legian kuta (12/10 ) solusi, cara dan bagaimana merecovery bali kearah yang lebih baik, terutama akan berdampak berkurangnya PHR dan sendi-sendi perekonomian bali yang disinyalir dari berbagai kalangan akan mulai menunjukkan taringnya pada awal tahun 2003.

Dari usaha berbagai pihak untuk merecovery bali, baik hiburan, kemudahgan fasilitas dan segala prosedur masalah wisata mulai dipangkas habis-habisan dengan kata yang sekarang ngetrend  Bali For The World “ barangkali adalah langkah untuk memanusiakan kata-kata menjadi sebuah piramid emas bagi masyarakatnya yang membutuhkan sebuah langkah kongrit. Hiburan penting ditengah duka hitam perjalanan bangsa tapi struktur bagunan ekonomi rakyat yang terpuruk harus dan setidaknya menjadi prioritas utama untuk pemulihannnya.Dari bencana yang tidak disangka semua pihak, terbersit untuk mendudukkan strategi pengamanan dan lalulintas pembersihan kriminalitas menjadi acuan “ pertanyaannya tidak amankah bali ? atau sudah tidak amankah hak asasi orang perorang untuk menghirup kebebasan menikmati hidup ? “

Orang bali kebanyakan sudah dihadapkan pada masa transisi kedaerahannnya dari kecurigaan sudut pandang yang berbeda, kependudukan yang embel-embelnya bermuara pada perseteruan marginal, dari apa yang dinamakan sebuah pengikat untuk sebuah harga bagi orang-perorang untuk keamanan lingkungannya.

Bercermin dari keadaan yang akan mempersulit setiap warganegara dalam menghadapi kegerahan isu dunia, dari perang teluk sampai isu global akan adanya ancaman senjata biologis, kita berhadapan pada tameng kenaikan harga-harga. Yang melatarbelakangi kehidupan sosial politik para politisi.

 

Sampai kapan ada udara segar kemerdekaan dan kesejahteraan bagi manusia kalau saja sang pemegang polecy bisa menggiring masyarakatnya untuk mengatakan mari kita rangkul, mari kita ubah cara hidup kita menjadi sederhana dan ikat erat-erat sabuk pengaman perut kita untuk menghadapi masa paceklik karena bertumpuknya hutang piutangh kita pada the big Boss kapitalisme.

 

Baru-baru ini terbersit kabar bahwa beberapa BUMN akan siap dijual untuk cadangan masa depan, seorang pendengar aktif radio kami menilai ; “ hal itu tidak ada tapi yang ada yakni melegonya untuk membayar hutang !”

 

Lagi - lagi sidang pendengar yang budiman, tidak ada salahnya kita merenung sejenak atas apa yang sedang terjadi dan akan terjadi kemudian, rancangan tinggal-rancangan kehidupan untuk menjadi lebih baik, ditikam oleh kebutuhan yang meningkat. Sudah saatnya semua kalangan baik politisi, pakar, mentri, buruh, dan lain sebagainya bahu-membahu melunasi hutang dan ketertinggalan kita menghadapi pasar dan globalisasi yang semakin ketat ditengah ketajaman situasi politik luar negeri.

 

Sebenarnya masih banyak yang menjadi potensi persoalan besar melanda negeri kita dewasa ini, perubahan iklim berusaha, sektor industri kerakyatan yang terpuruk, sistem kependudukan yang amburadul, sistem pemerintahan yang banyak dinilai terlalu rumit bahkan dikatakan terlalu diperumit dan tetek-bengek persolan lainnnya diharapkan ada perubahan lebih baik kedepannya ditahun 2003.

 

Redaksi Global FM bali

 

 

Wisnu Suastika

 

 

 

copyright@Sistem Informasi-Bali Post 2002