simak citra bali  dg topik topik terhangat
Polling Global FM
Bagaimanakah Kerja Intelijen Indonesia dalam menghadapi te       roris ?

Sangat Bagus
Cepat
Lambat



Current Results

 

Indeks

IHSG 357.377 4.434%
LQ45    
NASD    
HSI    

 Valas

Kurs Jual Beli
USD 9.303 9.103
SGD    
JPY    
     


R

Lucu, Musim Hujan Air PDAM tak Ngalir

 

NGADATNYA pasokan air PDAM ke rumah-rumah konsumen ternyata masih jadi sorotan masyarakat. Lucunya, saat air melimpah di musim hujan seperti sekarang, air pasokan PDAM justru seret. Hal itu terungkap dalam acara Citra Bali Global 99.15 FM Kinijani Interaktif DenPost, Kamis (9/1) kemarin.

Selain itu muncul keluhan soal kenaikan harga-harga, komentar mengenai situasi di Gianyar dan biaya menarik uang di ATM. Berikut rangkuman wartawan DenPost, P. Witari.

 

Masalah PDAM (1)

Tentang PDAM, setiap membayar rekening air tidak pernah tertera berapa kita memakai air sehingga tidak tahu berapa pemakaian yang tertera, hanya nilai nominalnya. Biasanya saya hanya bayar Rp 8.000, namun sebulan lalu saya disuruh bayar Rp 600 ribu lebih. Setelah diurus, saya akhirnya membayar hanya Rp 10 ribu. Namun bulan ini tidak dicantumkan pemakaiannya. Tolong pelayanan dan pencatatan PDAM lebih baik lagi. Tidak mungkin kami setiap bulan harus datang ke PDAM.

Adi Riadi

Suwung Kangin

 

 

Masalah PDAM (2)

Di Jl. Siulan, Pantih sejak seminggu air PDAM tidak mengalir. Lucu, dimusim hujan air tidak mengalir. Tolong PDAM menyikapinya.

Masalah ramai-ramai di Gianyar, saya punya catatan 4 September sudah mulai pro dan kontra. Saya harapkan tidak ada yang ikut-ikutan dalam suksesi seperti ini, apalagi puluhan ribu turun ke jalan saling dukung-mendukung.

Sinda,

Siulan

 

Masalah PDAM (3)

Masalah PDAM, di Sangeh sejak dua hari lalu air tidak mengalir dan kami terpaksa pakai air hujan. Tolong PDAM mengecek ke lapangan.

Gek Amik,

Sangeh

 

Siap Perjuangkan Konsumen

Jika ada keluhan masalah PDAM silakan memberikan data-data kepada saya. Saya siap memperjuangkan dan menyampaikan keluhan konsumen. Hubungi saya di 081-23636416.

Agung Rakuti,

Pisah, Abiansemal

 

Tak Ada Artinya

Saya ingin mengomentari TPM. Seandainya sidang ini dipindahkan dari Bali, Bali tak akan ada artinya.

Pekak Iluh

Kuta

 

Kembalikan Line

Saya ingin menanggapi ketiga harga, TDL, telepon dan BBM. Kini kami membeli beras saja sulit apalagi membayar telepon, bisa-bisa nanti saya mengembalikan line telepon dan listrik. Kenapa DPRD Gianyar dan Bali diam dan tidak memperjuangkan rakyat?

Komang Putra

Ubud

 

Hanya Pikirkan Kelompok

Ini masalah TPM. Dengan adanya insiden di pengadilan, saya berpendapat pengacara yang mengatasi kasus ini membuat masalah dengan memindahkan persidangan. Apakah mereka benar-benar mencari keadilan? Mereka itu hanya memikirkan kelompoknya. Kalau mereka tidak cengeng harusnya tidak membuat TPM. Ini bukan pengacara sebenarnya.

Pedro

Dalung

 

Bebani Masyarakat

Saya ada imbauan kepada pemerintah khususnya pemerintah Indonesia. Selama ini kita dibebani utang negara dari orba hingga kini, sehingga beban pemerintah hanya untuk membayar utang. Yang kini jadi pembicaraan khususnya ketiga elemen ini yang digunakan untuk menutup utang negara. Dengan kenaikan ketiga elemen ini membebani masyarakat. Makan saja sulit kemudian dibebani dengan kenaikan harga.

Feba

 

Tak Ingin Hancur

Situasi di Gianyar selama ini sudah kondusif. Kini ada pemilihan bupati. Saya tidak ingin Gianyar hancur karena Bali juga akan hancur. Apalagi daerah ini termasuk daerah pariwisata. Jangan sampai aduk sera aji keteng. Seharusnya DPRD lebih bijak dalam memutuskan sesuatu.

Ketut Mandia

Monang Maning

 

Cek Laporan Bangdes

Saya dari Gianyar. Saya mau mengkritik mantan Kepala Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring. Saya mengimbau kepada camat tolong datang ke lapangan sejauhmana bantuan bangdes, karena tak pernah benar laporannya. Yang saya herankan mantan kadesnya. Saya melihat disana ada keanehan ada laporan 2002 masih dikerjakan kades yang baru. Lalu apa pekerjaan kades sebelumnya? Anehnya, pegawai desa majejahitan di kantor. Meski saya merantau saya ingin melihat kebenaran di desa saya sendiri.

Komang Sudiarsa

Kerobokan

 

 

Kasus Bom Bali

Saya menyesalkan kasus pelemparan telur dan pemukulan pengacara kasus bom Bali. Saya harapkan yang hadir di pengadilan mengendalikan diri, karena ini bisa dijadikan kesempatan untuk memindahkan persidangan.

Sunari

Kerobokan

 

Hati-hati

Saya mengambil ATM di bank lain. Saya punya tabungan di BCA namun menarik uang di ATM BNI. Saya kaget untuk sekali ngambil kena Rp 30 ribu. Dulu hanya Rp 3.000. Saya harap nasabah lainnya hati-hati.

Sujana

 

Bayar Rekening Listrik

Saya menanyakan pembayaran rekening listrik. Pembayarannya tidak konsisten kadang-kadang banyak, kadang-kadang sedikit. Saya harapkan agar pengecekan listrik konsisten. Bulan lalu saya hanya bayar Rp 86 ribu, sekarang Rp 126 ribu. Saya sudah komplin, tapi tampaknya pencatatannya membuat-buat karena petugas tidak mendatangi rumah-rumah konsumen.

Astika

 

Mendukung

Soal pemindahan tempat persidangan tersangka bom Bali. Pada prinsipnya saya mendukung masyarakat Bali yang datang saat pengadilan, namun hendaknya bisa mengendalikan diri dan waspada. Saya juga mendukung upaya kepolisian memeriksa pengacara untuk mewaspadai sinyalemen mereka melakukan rekayasa agar bisa memindahkan persidangan.

Tut De,

Renon

 

Masalah "Pis" Bolong

Saya harapkan Pemprop Bali dan tokoh-tokoh agama Hindu memperhatikan pis atau uang bolong. Kami usulkan agar membuat uang asli. Sekarang banyak digunakan uang bolong palsu. Dulu dalam membuat uang bolong ada aturannya.

Demikian juga saya harapkan wisatawan atau umat yang masuk ke pura agar diperciki tirta pengimpas-impas, sehingga kesucian pura tetap terjaga.

Bagong

Batubulan

 

Bikin KTP

Belum lama ini saya bikin KTP di Bangli di Desa Yangapi. Sudah dua bulan saya urus tapi hingga sekarang belum selesai. Tolong Pemkab Bangli, masalah KTP cepat diselesaikan.

Ayu

Bangli

 

 

 

copyright@Sistem Informasi-Bali Post 2002