simak citra bali  dg topik topik terhangat
Polling Global FM
Bagaimanakah Kerja Intelijen Indonesia dalam menghadapi te       roris ?

Sangat Bagus
Cepat
Lambat



Current Results

 

Indeks

IHSG 357.377 4.434%
LQ45    
NASD    
HSI    

 Valas

Kurs Jual Beli
USD 9.303 9.103
SGD    
JPY    
     


Dari Warung Global
Tembak Mati, Pejabat yang Konsumsi Narkoba

Narkoba tak hanya menjadi kegemaran generasi muda. Bahkan, kalangan pejabat pun kini doyan narkoba. Fakta ini memang memprihatinkan, namun tetap menjadi bagian kehidupan sebagian pejabat kita. Pejabat semacam ini adalah hantu bagi generasi muda. Mereka harus ditangkap bila perlu ditembak mati. Maraknya peredaran narkoba jangan dijadikan lahan untuk membentuk lembaga baru. Demikian terungkap dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global FM 99,15 Kini Jani, Selasa (16/12) kemarin. Pada acara yang juga direlai Radio Genta Swara Sakti Bali FM 106,15 dan Radio Singaraja FM 107,2 ini, masyarakat juga meminta pejabat harus bisa menjadi teladan bebas narkoba. Berikut rangkumannya.



Pejabat terlibat narkoba, menurut Mahayadi, sangat memprihatinkan. Pejabat semacam ini bisa melahirkan korupsi dan menularkan bencana bagi banyak orang. ''Pejabat yang doyan narkoba harus dijerat hukum. Ini sangat berbahaya bagi regenerasi bangsa,'' ujarnya. Sinda malah menuding Faisal Tamin, tak lebih dari seorang menteri yang hanya suka obral statemen. Banyak komentarnya sulit direalisasikan. ''Kalau korupsi dan narkoba dimakan rame-rame, akan sulit diberantas. Ini sudah bukti kalau jeruk makan jeruk dibudayakan di Indonesia,'' kritiknya.

Ketut Nasir menilai wacana Faisal Tamin tentang pejabat mengkonsumsi narkoba hanya untuk memuluskan pembentukan lembaga. ''Siapa yang akan menindak harus jelas, jangan hanya diomongkan. Bukti pernyataan Faisal Tamin tak pernah terbukti,'' ujarnya.

Putu Suena mengatakan penomena harus disikapi secara tegas. Jangan sampai perilaku pejabat ini menular dan membuat bangsa makin terpuruk. Jarot di Kuta berharap agar para pejabat menegakkan supremasi hukum. Ia menilai peredaran narkoba tak lepas dari permainan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan institusi. ''Hukum yang harus dijalankan, bukan diomongkan,'' sarannya.

Pak Ageng malah mengatakan budaya kebobolan tampaknya kini menyasar mental pejabat. Banyak pejabat yang bermental rusak, kini malah berusaha menarik simpati publik.''Generasi muda jangan sampai dirusak pejabat yang bobrok,'' ujarnya. Iskandar juga mendukung agar pejabat terlibat nerkoba ditindak. Ia berharap pejabat di Bali bisa menjadi teladan. Bila perlu pengadilan di Bali berani menghukum mati pengedar narkoba.

Iskandar menilai posisi Bali sangat memungkinkan jadi lintasan transaksi narkoba. Selebihnya, Jujur meminta Faisal Tamin bisa menunjukkan bukti. ''Harus dibongkar total, jangan hanya diomongkan kalau ada pejabat doyan narkoba,'' ujarnya. Masyarakat jangan diposisikan jadi penonton kebobrokan pejabatnya.

Mudah Didapat

Ayu di Denpasar mengatakan pengambil kebijakan memang banyak yang doyan narkoba. Penegakan hukum yang lemah, kata dia, merupakan pintu yang membuat pengedar narkoba makin marak. ''Kini narkoba relatif mudah didapat,'' ujarnya. Komentar senada juga dilontarkan Gusti di Renon. Kalau seorang pejabat sampai mengeluarkan tudingan pejabat terjerat narkoba, reaksi susulan harus dikondisikan. ''Jangan hanya omong kosong dan teken kesepakatan. Tangkap dan pecat pejabat yang terlibat narkoba,'' sarannya.

Ardana di Denpasar melihat pejabat yang terlibat narkoba harus ditindak. Bila perlu pengedar narkoba harus ditembak mati. Sujata dari Bangli menilai pembentukan badan-badan baru untuk memberantas narkoba telah dijadikan proyek oleh pajabat. ''Kalau pejabat terjerat narkoba, apa yang bisa dikerjakan,'' kritiknya.

Dukungan agar pejabat yang terlibat narkoba ditindak, juga dilontarkan Ngurah di Singaraja. Ia mengaku fesimis, mengingat hukum jarang mengena pejabat tingkat atas. ''Kalau orang bawah terlibat narkoba baru ditindak. Kalau pejabat malah bisa negosiasi,'' sindirnya. (dir)

 

copyright@Sistem Informasi-Bali Post 2002